Artikel

Anda Sedang Membangun Toko. Atau Sedang Membangun Brand?

artikel 2
Tentang Pertumbuhan

Anda Sedang Membangun Toko. Atau Sedang Membangun Brand?

Boardroom Talk by Temucara

Suatu hari saya bertanya kepada seorang Owner bisnis online.

“Sekarang order paling banyak dari mana?”

Beliau menjawab,

“Marketplace.”

Saya bertanya lagi,

“Kalau marketplace tiba-tiba mengubah algoritmanya besok, apa yang terjadi?”

Beliau tertawa.

“Wah… bisa langsung turun.”

Saya mengangguk.

Lalu bertanya lagi,

“Kalau begitu, yang sebenarnya sedang Bapak bangun itu toko… atau brand?”

Beliau mulai diam.

Saya melanjutkan.

“Bapak punya database customer?”

Beliau langsung menjawab,

“Punya.”

“Nomor WhatsApp juga ada.”

Saya bertanya lagi,

“Bagus.”

“Kapan terakhir semua customer itu dihubungi?”

Beliau berpikir cukup lama.

Lalu menjawab,

“Sudah lama.”

Saya bertanya lagi,

“Kalau besok launching produk baru, berapa persen yang kemungkinan tahu?”

Beliau tersenyum kecil.

“Paling yang lihat postingan.”

Di situlah saya mulai melihat sesuatu.

Banyak Owner sudah memiliki database.

Tetapi database itu hanya disimpan.

Bukan dimanfaatkan.

Nomor pelanggan ada.

Tetapi tidak pernah di-follow up.

Riwayat pembelian ada.

Tetapi tidak pernah dianalisis.

Pelanggan lama ada.

Tetapi yang dikejar terus pelanggan baru.

Menurut saya, di situlah perbedaannya.

Membangun toko itu mengejar transaksi.

Membangun brand itu membangun hubungan.

Saya bukan mengatakan marketplace itu salah.

Justru marketplace adalah mesin akuisisi pelanggan yang luar biasa.

Tetapi jangan berhenti di sana.

Karena transaksi pertama hanyalah awal.

Nilai terbesar sering kali justru datang dari pembelian kedua, ketiga, bahkan kesepuluh.

Saya kemudian bertanya kepada beliau,

“Kalau bulan depan iklan dimatikan, menurut Bapak penjualan masih jalan?”

Beliau menjawab,

“Pasti turun.”

Saya bertanya lagi,

“Kalau customer lama rutin kembali membeli tanpa iklan, bagaimana?”

Beliau tersenyum.

“Itu baru enak.”

Saya mengangguk.

Karena menurut saya, di situlah tujuan akhirnya.

Bukan sekadar mendapatkan order.

Tetapi menciptakan pelanggan yang dengan sadar kembali membeli.

Ada satu pelajaran yang menurut saya menarik.

Toko menghasilkan transaksi.

Brand menghasilkan alasan bagi pelanggan untuk kembali.

Dan sering kali, pertumbuhan terbesar sebuah bisnis bukan datang dari pelanggan baru.

Melainkan dari pelanggan lama yang terus kembali karena mereka percaya pada brand yang dibangun.

⸻

Tentang Temucara

Di Temucara, kami membantu owner melihat bisnis secara lebih utuh, mulai dari profit, arus kas, perilaku pelanggan, hingga kualitas pertumbuhan bisnis.

Melalui laporan keuangan, business financial advisory, dan analisis bisnis, kami membantu owner mengambil keputusan yang tidak hanya meningkatkan penjualan hari ini, tetapi juga membangun bisnis yang lebih kuat dalam jangka panjang.

Bagi Anda yang sedang mencari konsultan bisnis Surabaya, konsultan keuangan bisnis Surabaya, business advisor Surabaya, atau jasa laporan keuangan Surabaya, kami membantu memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga menciptakan pelanggan yang kembali membeli.

Real Business. Better Decisions.

Bagikan artikel ini