Artikel

Saya Meminta Klien Berhenti Mencari Pelanggan Baru

artikel 4
Uncategorized

Saya Meminta Klien Berhenti Mencari Pelanggan Baru

Boardroom Talk by Temucara

Suatu hari seorang klien datang ke kantor.

Beliau langsung berkata,

“Pak, target tahun ini saya mau menaikkan penjualan.”

Saya mengangguk lalu bertanya, “Strateginya bagaimana?”

Beliau menjawab,

“Tambah budget iklan.”

“Tambah sales.”

“Pokoknya cari customer baru.”

Saya tidak langsung menanggapi.

Saya justru meminta satu data.

“Boleh saya lihat jumlah customer yang pernah membeli?”

Beliau membuka laptop.

Sekitar 2.800 customer pernah membeli dalam dua tahun terakhir.

Saya bertanya lagi,

“Yang kembali membeli tahun ini berapa?”

Beliau mulai mencari datanya.

Beberapa saat kemudian beliau menjawab,

“Sekitar 900.”

Lalu saya berkata,

“Berarti masih ada hampir 1.900 customer yang sudah pernah percaya sama perusahaan Bapak tapi belum beli lagi.”

Beliau mengangguk.

Saya diam beberapa detik lalu berkata,

“Pak, dua bulan ke depan saya minta jangan tambah budget iklan dulu.”

Beliau terlihat kaget.

“Lho… kenapa, Pak?”

Saya menjawab,

“Karena saya ingin memastikan satu hal.”

“Selama ini Bapak sudah keluar biaya untuk mendapatkan 2.800 customer.”

“Saya kok sayang kalau setelah mereka membeli, hubungan itu selesai begitu saja.”

Kami akhirnya sepakat. Bukan menghentikan iklan tetapi menundanya sebentar.

Selama dua bulan, tim diminta fokus menghubungi kembali pelanggan lama.

Bukan sekadar menawarkan produk.

Tetapi menanyakan kebutuhan mereka hari ini.

Karena kebutuhan pelanggan bisa berubah.

Dan sering kali perusahaan sudah punya solusi, hanya saja tidak pernah ditawarkan lagi.

Dua bulan kemudian kami kembali bertemu.

Beliau berkata,

“Pak, ternyata selama ini kami terlalu sibuk mengejar orang baru.”

Saya tersenyum lalu menjawab,

“Mencari pelanggan baru itu penting tetapi menjaga hubungan dengan pelanggan lama sering kali jauh lebih menguntungkan.”

Karena mendapatkan kepercayaan itu mahal.

Jangan sampai kita terus membayar untuk mendapatkan pelanggan baru, sementara pelanggan yang sudah percaya justru pelan-pelan kita lupakan.

Tentang Temucara

Di Temucara, kami percaya pertumbuhan bisnis tidak selalu dimulai dari menambah biaya pemasaran. Sering kali peluang terbesar justru sudah ada di dalam bisnis, tetapi terlupakan.

Melalui laporan keuangan, business financial advisory, dan analisis bisnis, kami membantu owner menemukan akar masalah sekaligus peluang pertumbuhan yang sering tersembunyi di balik angka-angka perusahaan.

Bagi Anda yang sedang mencari konsultan bisnis Surabaya, konsultan keuangan bisnis Surabaya, business advisor Surabaya, atau jasa laporan keuangan Surabaya, kami membantu Anda mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

Real Business. Better Decisions.

Bagikan artikel ini