Boardroom Talk by Temucara
Seorang owner bisnis online mengatakan kepada saya:
“Pak, profit bisnis saya sekitar Rp80 juta per bulan.”
Angka yang cukup menarik.
Banyak orang akan langsung menganggap bisnis tersebut sangat sehat.
Tetapi saya penasaran.
Lalu saya bertanya:
“Bapak ambil gaji berapa?”
Beliau menjawab:
“Saya tidak digaji.”
Ternyata selama bertahun-tahun owner mengambil uang seperlunya dari rekening perusahaan.
Kadang Rp10 juta.
Kadang Rp20 juta.
Kadang Rp50 juta.
Tidak ada angka tetap.
Tidak ada pencatatan yang jelas.
Ketika laporan keuangan dibedah lebih dalam, muncul fakta menarik.
Jika owner digaji secara wajar sesuai perannya sebagai CEO dan General Manager, nilainya sekitar Rp35 juta per bulan.
Artinya profit yang selama ini terlihat Rp80 juta sebenarnya lebih mendekati Rp45 juta.
Masih untung.
Tetapi tidak sebesar yang dibayangkan.
Kasus seperti ini ternyata cukup sering terjadi.
Terutama pada bisnis yang dibangun sendiri oleh owner.
Karena owner menganggap dirinya bukan biaya.
Padahal dari sudut pandang bisnis, waktu dan tenaga owner tetap memiliki nilai.
Masalahnya menjadi lebih besar ketika owner mulai membandingkan bisnisnya dengan bisnis lain.
Beliau merasa profitnya Rp80 juta.
Sementara perusahaan lain hanya Rp60 juta.
Padahal perusahaan lain sudah memasukkan gaji direksi ke dalam biaya.
Sedangkan beliau belum.
Perbandingannya menjadi tidak adil.
Saya sering mengatakan bahwa bisnis yang sehat harus bisa berdiri terpisah dari pemiliknya.
Kalau suatu hari owner menunjuk profesional untuk menjalankan perusahaan, perusahaan harus mampu membayar posisi tersebut.
Kalau tidak mampu, mungkin profit yang terlihat selama ini belum mencerminkan kondisi sebenarnya.
Bukan berarti owner harus langsung mengambil gaji besar.
Tetapi penting untuk memahami berapa nilai peran yang sedang dijalankan.
Karena tanpa itu, banyak owner merasa bisnisnya sangat menguntungkan.
Padahal sebagian keuntungan tersebut sebenarnya adalah kompensasi atas kerja mereka sendiri.
Pertanyaan yang menarik untuk direnungkan:
Jika besok Anda tidak menjalankan bisnis ini dan harus merekrut orang untuk menggantikan posisi Anda, berapa biaya yang harus dibayar perusahaan?
Jawaban atas pertanyaan itu sering mengubah cara owner melihat profit bisnisnya sendiri.
Tentang Temucara
Temucara membantu owner memahami profit yang sebenarnya, bukan sekadar profit yang terlihat di laporan.
Melalui laporan keuangan, perpajakan, dan business financial advisory, kami membantu owner melihat hubungan antara profit, cashflow, biaya operasional, dan nilai bisnis yang sesungguhnya.
Karena tidak semua bisnis yang terlihat untung benar-benar menghasilkan keuntungan sebesar yang dibayangkan.
Real Business. Better Decisions.