Artikel

Tanpa Sadar, Anda Sedang Memodali Pelanggan.

ChatGPT Image Jul 18, 2026, 09_45_07 AM
Tentang Pelanggan

Tanpa Sadar, Anda Sedang Memodali Pelanggan.

Boardroom Talk by Temucara

Suatu hari saya berdiskusi dengan seorang owner distributor. Beliau membuka meeting dengan wajah yang cukup semangat. “Pak, syukurlah… order lagi bagus. Beberapa bulan terakhir customer terus nambah. Kalau begini terus, tahun ini sepertinya bisa pecah rekor.”

Saya ikut senang mendengarnya. Lalu saya bertanya, “Customer biasanya bayarnya berapa lama?”

Beliau menjawab, “Rata-rata tiga bulan.”

Saya bertanya lagi, “Kalau bayar ke supplier?” “Sebagian besar satu bulan.”

Saya mengambil selembar kertas. Lalu saya menggambar sebuah garis sederhana. Hari ini barang dikirim. Satu bulan kemudian supplier harus dibayar. Tetapi uang dari customer baru diterima sekitar tiga bulan lagi. Saya lalu menunjuk gambar itu. “Berarti ada jeda sekitar dua bulan.”

Beliau mengangguk. Saya bertanya lagi, “Selama dua bulan itu, uang siapa yang dipakai untuk membeli barang?”

Beliau mulai berpikir. Saya lanjutkan. “Supplier sudah dibayar, Customer sudah menerima barang, Tapi uangnya belum masuk. Sementara setiap bulan perusahaan tetap harus membayar gaji karyawan, sewa gudang, listrik, operasional, cicilan bank, pajak, dan biaya lainnya.”

Saya berhenti sebentar. Lalu bertanya, “Semua itu dibayar pakai uang siapa?”

Beliau mulai tersenyum. Sepertinya mulai menangkap maksud pertanyaan saya.

Saya lanjutkan lagi. “Kalau bulan depan customer lama belum bayar, tapi order baru datang lagi, bagaimana?”

Beliau menjawab, “Ya kami tetap harus beli barang lagi,

“Uangnya masih cukup?”

Beliau terdiam beberapa detik. “Kalau order terus naik… mungkin nanti kami harus tambah fasilitas bank.”

Nah…Di situlah saya mulai melihat potensi masalah. Bukan ordernya. Justru karena ordernya terus bertambah. Semakin besar penjualan, semakin besar pula modal kerja yang harus disiapkan.

Saya kemudian berkata, “Selama ini Bapak merasa customer sedang membesarkan bisnis Bapak.  Padahal selama dua bulan itu, justru perusahaan Bapak yang sedang memodali bisnis customer.”

Selama ini beliau hanya melihat omzet yang terus naik. Tidak pernah benar-benar menghitung berapa lama uangnya kembali.

Saya bukan mengatakan penjualan kredit itu salah. Di banyak industri, tempo pembayaran seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan. Tetapi setiap tambahan penjualan juga berarti tambahan kebutuhan modal kerja. Kalau itu tidak dihitung sejak awal, perusahaan bisa terus mengejar omzet, sementara kebutuhan dananya ikut membesar.

Pada akhirnya, masalahnya bukan lagi soal banyak atau sedikitnya order. Masalahnya adalah apakah perusahaan memiliki uang yang cukup untuk menunggu pembayaran dari customer.

Ada satu pelajaran yang menurut saya menarik. Order yang banyak memang membuat bisnis terlihat lebih besar. Tetapi pertumbuhan yang sehat hanya terjadi ketika arus kas dan modal kerja mampu mengikutinya.

Tentang Temucara

Di Temucara, kami membantu owner memahami hubungan antara penjualan, piutang, modal kerja, dan arus kas, sehingga pertumbuhan bisnis tidak justru menjadi tekanan terhadap keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan, business financial advisory, dan analisis bisnis, kami membantu owner menghitung kebutuhan modal kerja, mengelola arus kas, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Bagi Anda yang sedang mencari konsultan bisnis Surabaya, konsultan keuangan bisnis Surabaya, business advisor Surabaya, atau jasa laporan keuangan Surabaya, kami membantu memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga memperkuat kesehatan keuangan perusahaan.

Real Business. Better Decisions.

Bagikan artikel ini