Artikel

Diskon 5%. Nilainya Rp5 Miliar.

ChatGPT Image Jul 18, 2026, 09_46_13 AM
Tentang Keputusan

Diskon 5%. Nilainya Rp5 Miliar.

Boardroom Talk by Temucara

Suatu hari saya sedang berdiskusi dengan seorang owner manufaktur. Di tengah pembahasan, beliau berkata, “Pak, saya kepikiran kasih tambahan diskon 5%.” “Sekarang persaingan makin ketat. Daripada proyeknya lepas, lebih baik kita kasih diskon sedikit.”

Saya mengangguk. Menurut saya, idenya tidak salah. Tetapi saya punya satu pertanyaan. “Diskon ini hanya untuk proyek ini, atau nanti akan berlaku juga untuk customer yang lain?”

Beliau tersenyum. “Ya… biasanya kalau satu customer dapat, customer lain juga akan minta.”

Saya kembali bertanya. “Kalau akhirnya semua customer minta diskon yang sama, Bapak pernah hitung nilainya?”

Beliau menggeleng. Karena yang terlihat memang hanya angka 5%. Kelihatannya kecil. Tidak terasa berbahaya.

Saya lalu membuka laporan penjualannya. Rata-rata omzet perusahaan sekitar Rp18 miliar setiap bulan.

Saya ambil kalkulator. Kalau tambahan diskon 5% itu akhirnya menjadi kebijakan umum, nilainya sekitar Rp900 juta setiap bulan.

Saya lalu geser kalkulator ke depan beliau.

“Kalau kondisi ini berjalan enam bulan, angkanya sekitar Rp5,4 miliar.”

Beliau langsung terdiam. Bukan karena baru tahu cara menghitungnya. Tetapi karena selama ini tidak pernah melihat keputusan itu dari sudut pandang rupiah.

Selama ini yang terlihat hanya: “Cuma 5%.” Padahal bisnis tidak membayar biaya dengan persentase. Gaji dibayar dengan rupiah. Listrik dibayar dengan rupiah. Bunga bank dibayar dengan rupiah. Pajak juga dibayar dengan rupiah. Begitu juga keuntungan yang hilang.

Saya bukan mengatakan diskon itu salah. Dalam kondisi tertentu, diskon memang bisa menjadi strategi yang tepat. Tetapi sebelum memberikan diskon, saya selalu punya satu pertanyaan. “Tambahan penjualan yang diharapkan, apakah benar-benar cukup untuk menutup margin yang dilepas?”

Kalau jawabannya belum jelas, mungkin keputusan itu perlu dipikirkan sekali lagi. Karena begitu diskon menjadi kebiasaan, mencabutnya jauh lebih sulit daripada memberikannya. Dan itu yang sering saya temui. Diskon awalnya diberikan untuk satu transaksi.

Lalu menjadi harga khusus. Kemudian menjadi harga normal. Tidak ada yang merasa ada keputusan besar.

Padahal tanpa disadari, perusahaan sudah melepaskan miliaran rupiah. Menurut saya, banyak keputusan mahal di perusahaan justru dimulai dari kalimat, “Ah… cuma 5%.”

Karena owner melihat keputusan dalam bentuk persentase. Sementara bisnis merasakan dampaknya dalam bentuk rupiah.

Tentang Temucara

Di Temucara, kami percaya banyak keputusan bisnis yang terlihat sederhana ternyata memiliki dampak finansial yang sangat besar. Melalui laporan keuangan, business financial advisory, dan analisis bisnis, kami membantu owner memahami konsekuensi dari setiap keputusan sebelum keputusan itu dijalankan. Bagi Anda yang sedang mencari konsultan bisnis Surabaya, konsultan keuangan bisnis Surabaya, business advisor Surabaya, atau jasa laporan keuangan Surabaya, kami membantu Anda melihat apa yang sering terlewat ketika sebuah keputusan hanya dilihat dari persentasenya, bukan dari dampaknya terhadap keuntungan dan arus kas perusahaan.

Real Business. Better Decisions.

Bagikan artikel ini