Artikel

Produk Terlaris Belum Tentu Produk Paling Menguntungkan

54
Tentang Uang

Produk Terlaris Belum Tentu Produk Paling Menguntungkan

Boardroom Talk by Temucara

Banyak owner bisnis online bisa menjawab pertanyaan ini dengan cepat:
“Produk paling laris Anda apa?”
Tetapi ketika saya bertanya:
“Produk paling menguntungkan Anda apa?”
Jawabannya sering mulai tidak jelas.
Padahal dua hal itu belum tentu sama.
Bahkan dalam banyak kasus, justru berbeda jauh.

Saya pernah melihat sebuah bisnis yang sangat bangga dengan produk best seller mereka.
Ribuan unit terjual setiap bulan.
Rating bagus.
Review banyak.
Posisinya selalu berada di urutan teratas penjualan.
Dari luar terlihat seperti bintang utama bisnis.
Tetapi setelah seluruh angka dibuka, hasilnya cukup mengejutkan.
Margin produk tersebut sangat tipis.
Biaya iklannya tinggi.
Voucher yang diberikan besar.
Fee marketplace cukup signifikan.
Setelah semua biaya dihitung, keuntungan yang tersisa ternyata tidak seberapa.
Sementara ada produk lain yang penjualannya jauh lebih kecil, tetapi menghasilkan profit lebih besar.
Di sinilah banyak owner mulai menyadari bahwa penjualan dan keuntungan adalah dua hal yang berbeda.

Banyak marketplace membuat owner fokus pada angka yang mudah dilihat:
• jumlah order
• omzet
• produk terlaris
• ranking penjualan

Padahal bisnis tidak hidup dari ranking.
Bisnis hidup dari profit.
Karena itu pertanyaan yang lebih penting bukan:
“Produk mana yang paling banyak terjual?”
Tetapi:
“Produk mana yang paling banyak menghasilkan uang?”

Biasanya ada empat biaya yang sering tidak terlihat oleh owner.

1. Biaya Marketplace
Fee admin, biaya layanan, program promosi, hingga berbagai potongan lainnya sering dianggap kecil karena tersebar di banyak transaksi.
Padahal ketika dijumlahkan selama satu bulan, angkanya bisa sangat besar.

2. Biaya Iklan
Banyak produk terlihat sukses karena iklan terus mendorong penjualannya.
Masalahnya, tidak semua owner menghitung biaya iklan sampai level produk.
Akibatnya produk terlihat laris, tetapi sebenarnya profitnya tipis.

3. Voucher dan Promo
Promo memang bisa meningkatkan penjualan.
Tetapi promo yang tidak dihitung dengan benar sering hanya memindahkan keuntungan dari owner ke customer.

4. Biaya Operasional
Packing, tenaga kerja, retur, komplain, dan aktivitas operasional lainnya sering tidak diperhitungkan ketika owner menilai performa sebuah produk.
Padahal semua biaya tersebut ikut menentukan apakah sebuah produk benar-benar menghasilkan uang atau tidak.

Saya sering mengajak owner melihat bisnis dari sudut pandang yang berbeda.
Bayangkan ada dua produk.
Produk A
Omzet Rp300 juta
Profit Rp15 juta

Produk B
Omzet Rp120 juta
Profit Rp25 juta

Pertanyaannya sederhana.
Produk mana yang sebenarnya lebih penting bagi masa depan bisnis?
Sebagian besar owner langsung mulai berpikir ulang.
Karena selama ini perhatian mereka tertuju pada omzet.
Bukan pada hasil akhirnya.

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah ketika owner mengalokasikan sebagian besar modal, stok, dan iklan ke produk yang paling laris.
Padahal produk tersebut belum tentu memberikan kontribusi profit terbesar.
Akibatnya bisnis semakin sibuk.
Omzet semakin besar.
Tetapi keuntungan tidak bertumbuh secepat yang diharapkan.
Saya sering menyebut kondisi ini sebagai:
“Bisnis terlihat besar, tetapi tidak semakin kaya.”

Ada satu laporan yang menurut saya wajib dimiliki setiap owner.
Bukan hanya laporan penjualan.
Tetapi laporan profit per produk.
Karena dari laporan itulah biasanya terlihat:

produk mana yang layak didorong
produk mana yang perlu diperbaiki harganya
produk mana yang perlu dikurangi iklannya
produk mana yang sebenarnya hanya menghabiskan modal kerja

Dan sering kali keputusan besar yang mengubah profit perusahaan berasal dari analisis sederhana tersebut.

Jadi lain kali ketika membuka dashboard marketplace, jangan hanya melihat produk yang paling ramai. Lihat juga produk yang benar-benar menghasilkan uang.
Karena pada akhirnya tujuan bisnis bukan memiliki produk yang paling laris.
Tujuan bisnis adalah memiliki produk yang menghasilkan profit secara konsisten.
Dan sering kali masa depan bisnis tidak ditentukan oleh produk yang paling ramai.
Tetapi oleh produk yang paling menguntungkan.

Tentang Temucara
Temucara membantu owner bisnis memahami angka di balik setiap keputusan bisnis.
Mulai dari laporan keuangan, cashflow, perpajakan, hingga business financial advisory.
Karena keputusan yang baik tidak lahir dari asumsi.
Keputusan yang baik lahir dari pemahaman yang jelas tentang profit, cashflow, dan kinerja bisnis yang sebenarnya.
Real Business. Better Decisions.

 

Bagikan artikel ini